Berapa Sih Harga Tes COVID-19 atau Corona Secara Individu ?

Di Indonesia dalam satu Minggu terkahir korban suspect maupun positif terjangkit Covid19 atau yang di kenal dengan Corona semakin meningkat hal ini otomatis membuat kita was-was dan cemas apalagi persebaran yang cenderung bukan hanya di satu kota di Indonesia akan tetapi sudah ada beberapa orang yang positif dan tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Apalagi jika kita Demam, sesak napas dan menunjukkan beberapa gejala corona dalam beberapa hari terakhir otomatis kita was-was dan ingin segera mengecek kondisi tubuh kita. Begitu pula yang sedang viral di beberapa akun sosial media akun @farizChamplin menceritakan pengalamannya ketika dia tes corona di salah satu rumah sakit di Jakarta dengan membayar sebesar Rp. 659.000 Fariz yang baru datang dari Luar negeri menjalani tes diri dengan prosedur sebagai berikut

Berapa Sih Harga Tes COVID-19 atau Corona Secara Individu

Prosedur 'tes corona'
Seorang netizen, Faliz, membagikan pengalamannya periksa 'tes corona' di akut @FalizChaplin. Kepada detikcom, ia menuturkan bahwa tes itu dilakukannya karena tempatnya bekerja mengharuskan ada surat sehat sepulang ia dari luar negeri.

Faliz datang ke RSPAD Gatot Subroto pada 12 Maret 2020 dan menjalani prosedur sebagai berikut:
  1. Mengambil nomor antrean
  2. Setelah mendapatkan nomor antrian, tunggu panggilan oleh petugas untuk mengisi form
  3. Setelah mengisi form, masuk ke ruangan lab untuk mengambil sampel darah
  4. Setelah dari ruang lab, akan dilanjutkan pengecekan ruang rontgen paru
  5. Setelah dirontgen menunggu untuk dipanggil ke ruang konseling. Dokter memberikan pertanyaan terkait tujuan dan kenapa masih melakukan perjalanan ke luar negeri.
  6. Menyelesaikan administrasi Rp 659 ribu
  7. Menunggu hasil berkas yang akan diberikan oleh pihak rumah sakit. Berkas yang berisikan, hasil rotgen, hasil cek darah, dan surat keterangan dari dokter. Apakah harus diisolasi, istirahat di rumah, atau masuk ke dalam ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Tidak langsung tes swab
Pengalaman serupa juga dikisahkan oleh Putri, yang membagikannya di akun @putri_51024. Putri baru pulang dari Korea Selatan pada 25 Februari dan mengalami panas-batuk pada 1 Maret 2020.

Di RSPAD, Putri mendapat antrean bertuliskan 'cek corona'. Materi tes yang ia jalani mencakup tes darah dan rontgen.

Oleh dokter yang memeriksa, Putri hanya didiagnosis radang tenggorokan sehingga tidak dilanjutkan dengan tes swab atau usapan lendir. Ia juga disarankan untuk mengkarantina diri sendiri hingga tanggal 10 Maret.

Informasi yang dihimpun detikcom, tes semacam ini bisa juga dilayani di RSPI Sulianti Saroso dan RSUP Persahabatan. Namun tes hanya bisa dilayani pada hari kerja.

Meski banyak disebut sebagai 'tes corona', prosedur pemeriksaan yang dijalani Faliz maupun Putri sebenarnya tidak spesifik untuk mendeteksi virus corona COVID-19. Praktisi kesehatan dr Dirga Sakti Rambe, SpPD mengatakan, tes corona dilakukan dengan tes swab atau usapan lendir dan hanya dilakukan pada kasus dugaan kuat, seperti memiliki riwayat kontak dengan kasus positif.

"Selama enggak swab, enggak bisa dipastikan corona," kata dr Dirga pada detikcom.

Sumber: detikhealth

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel